Sunan Ibnu Majah dari Anas secara marfu :”Barang siapa yang hendak berbekam , maka hendaklah ia memilih hari yang ke 17,19 atau 21.dan jangan sampai DARAH BERGOLAK (HYPERTENSI) pada salah seorang dari kamu, SEHINGGA AKAN MEMBUNUHNYA”

Kamis, 11 Agustus 2016

Tren Terapi Bekam di Kalangan Atlet Olimpiade Rio 2016

Bintang.com, Jakarta Sejumlah peserta Olimpiade Rio 2016, termasuk Michael Phelps, Natalie Coughlin dan Alex Naddour, belakangan terlihat dipenuhi lingkaran merah besar di sejumlah titik tubuh. Bukan karena cedera atau hal semacamnya, namun sebagaimana diwartakan BBC, mereka memutuskan untuk menjalani terapi bekam alias cupping.

Sempat menghebohkan jagad media sosial, tanda merah yang berada di tubuh sejumlah perenang dan pesenam itu nyatanya telah umum didapati di dalam negeri. Pengobatan dengan teknik sejenis akupunktur tersebut menggunakan gelas kaca yang nantinya jadi wadah penampung darah kotor dari tubuh. Karena bersifat menyedot, maka lingkaran merah 'bingkai' si gelas otomatis tertinggal.
Sebagaimana diwartakan CBS News, bekas merah tersebut akan hilang dengan sendirinya selama tiga atau empat hari. Pertanyaan selanjutnya yang timbul adalah mengapa para atlet memilih bekam? Berdasarkan laporan BBC, para atlet mengaku telah menggunakan bekam untuk meredakan sakit dan membantu penyembuhan dari efek fisik yang timbul karena latihan dan kompetisi konstan.

Tentu saja ada serangkaian opsi pengobatan, termasuk sports massage, sauna, dan mandi es, namun pesenam asal Amerika Serikat. Alex Naddor, memberitahu USA Today kalau bekam merupakan cara terbaik sejauh ini. "Itu (bekam) telah jadi rahasiaku untuk melalui tahun-tahun dengan tetap sehat," Alex mengaku.
Namun, peserta Olimpiade Rio 2016 ini mengaku bukan tanpa sakit bekam ia jalani. Meski demikian ia mengatakan kepada USA Today, kalau bekam menyelamatkannya dari banyak rasa sakit. Kapten tim Alex, Chris Brooks menambahkan, banyak di antara anggotanya yang telah mencoba melakukan bekam sendiri.






SUMBER BERITA : TABLOID BINTANG